Tulis di facebook ah, pikirku.
Sejenak kemudian pikiranku melayang pada tahun-tahun silam,
Ada yang beda dari semangat ini.
Rasanya dulu sebuah ide akan terasa menyesakkan jika kita belum beranjak untuk bergerak..
Sekarang kita bisa menuliskannya dulu, kan nanti bisa dibaca-baca kalau lupa..
kalau momennya tepat, baru terlaksana.. *mungkin*
Paling tidak, itulah yang terjadi pada saya.
Semangat itu tertuang dalam kata.
Menjejak dalam ucap, di status fb, bbm, di twitter, di blog, di kertas...
Tapi sepertinya ia tak lagi menyisakan tenaga untuk membuat saya bergerak.
Tenaga yang dahulu bisa menggerakan itu sepertinya sekarang lebih mudah untuk meloloskan diri lewat celah-celah ventilasi..
Hingga sisa tenaganya tak cukup untuk membangun sebuah tekanan layaknya sebuah sistem peluncur roket..
Yah, memang saya juga sih yg membuat lubang-lubang ventilasi itu..
Saya yang menyediakan pelarian untuk semangat-semangat itu.. sehingga mereka berhamburan keluar..
Mungkin perumpamaan yg lebih dekat adalah seperti menimba air dengan ember berlubang..
Airnya sudah habis sebelum ember sampai ke tangan kita..
Saya benar-benar harus banyak belajar..
Untuk tak membuang tenaga sia-sia,
Hanya dalam bentuk kata-kata..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar